Tema : Ramadhan
" Setelah Usai "
Karya : Al Hidayah
Bulan
Ramadhan akan tiba
Segala
rasa lapar dan haus kita rasa bersama
Entah
kaya ataupun
miskin bisa merasakannya
Entah
pejabat atau orang tak punya pun saling berbagi kepada semua
Kita
saling berbondong- bondong untuk mendapatkan keberkahan hidup di dunia
Allah
musnahkan rasa sombong dan kikir dari diri seseorang yang berada dan kaya
Hingga
orang tak punya merasakan sebagian harta dari meraka orang yang berpangkat dan
bergelimang harta
Saat
ini lah orang kaya tidak merasa kaya dan orang miskin pun tidak merasakan
kesusahan
Setelah
Ramadhan usai
Akankah
mereka yang bergelimang harta mau untuk mengulurkan tangan mereka membagikan
sebagian hartanya
Akankah
mereka masih merasakan iba dan merasakan susahnya kita
Allah
jangan kau hilangkan rasa kedermawanan mereka setelah Ramadhan usai dan
berganti dengan bulan penuh berkah lainnya
Ramadhan
Kedatangan mu di kucilkan..
Dikalangan pemberontak, namun disambut gembira
Dikalangan pesantren
***
Ramadhan
Waktu sahurmu untuk Ibu rumahan
adalah gendering perang
Sedangkan, untuk anak jalanan
Adalah sebuah kabar yang kurang mengenakan……
*****
Ramadhan
Kau dibukakan pintu
Dari terbit fajar, sampai terbenam matahari..
Kau menjadi segala kabar baik
Setelah tiga puluh hari ku merawatmu
**
Kabar yang membuat tiap hati digetarkan hidayah nya
Kabar yang membuat tiap insan berlomba-lomba
Untuk mendapatkan ganjaran
***
Ramadhan, semoga kau selalu bias ku pegang
agar kita bias bersama melangkah ke surge yang di rindukan….
Puisi oleh : andri susanto
Cahaya
Corona
Karya : Anase, 04/04/20- 19.37
Makhluk kecil nan kasat mata tak terlihat namun
nyata ada
Dicipta Tuhan uji hambanya dicipta Tuhan hilangkan
angkuh dunia
Datangnya menggetarkan kota bahkan hampir seluruh dunia
Hinggapnya menyesakkan dada hingga menimbulkan lara
Memisahkan ibu dengan anaknya jua ayah dengan
putranya
Memupuk rindu anak rantau pada keluarga
Didepan layar kami bercengkrama dibalik cadar kami
bercerita
Harap cemas lekas aman jua was was
Satu ciptaan-Nya mengalahkan tujuh milyar manusia
dunia
Bahkan merenggut insan tak berdosa
Bukan saja mereka pendosa
Bahkan balita orangtua remaja sampai dewasa
Namun dibaliknya cahaya hikmah terang terlihat
Menghijaunya kembali lapisan ozon dunia
Menutup tempat hitam seluruh kota
Melemahkan diktator dunia yang sombong luar biasa
Membungkam kesombongan negara di dunia
Dengan datangnya jua
Terlihatnya kembali harmonisnya sebuah keluarga
Menyadarkan kembali pada kuasa-Nya
Pun menyadarkan kita bahwa semua adalah Milik-Nya
~~~Anase~~~
Asalammualaikum
ramadhan
Engkau
yang selalu di tunggu-tunggu
Engkau
bulan suci yang penuh dengan ampunan
Saat
kau datang
Kami
selalu menyambutmu
Dengan
rasa syukur dan bahagiya
Karna
masih bisa dipertemukan denganmu
Tapi,hari
ini bumi kami sedang bersedih
Kamu(corona)
datang diselah-selah kebahagiyaan kita
Bagaimana
tidak, kamu(corona) datang tanpa sepatah katapun
Kamu(corona)
datang tanpa kami sadari
Bahkan
saat kami sadar kamu(corona) berada sisi kami
Sedih
bukan,
Akan
bnyak anak-anak bahkan orang dewasa
Yang
kau(corona) ambil kebahagiyaanya
Sudah
banyak yang gugur dalam memerangimu
Sudah
cukup,
Cukup
kau(corona) ambil kebahagiyaan dari kami.
Pergi
lah, terimakasih sudah mengajari kami hidup sehat dan bersih
Biarkan
kami menikmati ramadhan ini tanpa rasa
takut.
Sevi
Ihbal Nurvitasari
Purwokerto
9 april 2020
Pembunuh berantai !
Kelabu sendu memancing mendung
bertentarakan petir hiasi hari hari penuh pilu
Raut panik takut harap cemas
Berrsolek menjadi satu
Hari yang harusnya hangat dengan
balutan iklan sirop di setiap waktu
Kini hampa bagai rindu tak bertuan
Hey pembunuh berantai .!
kenapa kau datang saat kami bekerja
Kau datang menghantui kami
tanpa menunjukan seramu
semua manusia dibuat takut olehmu
kau renggut nyawa yang lelah mengais rejeki
Kau hancurkan hasrat kemanusiaan
kau bukan rindu.....
Namun kau bentangkan jarak diantara kami
Lekaslah pergi dari bumi Pertiwi
Kami rindu Ramdhan kami
Jangan kau nodai bahagia kami,lagi.
Salam hangat
Khoerul anam
Kau
Ku Nanti
Pada
malam dan bintang aku bercerita
Tentangmu
yang slalu ku rindu
Berharap
pada Tuhan kan berjumpa denganmu
Kau
ku nanti...
Hari-hari
ku lewati dengan rasa harap penuh rindu
Cita
antusias tuk menyambutmu
Basuhan
kalam-Nya pada rongga hati yang kosong
Kau
ku nanti...
Dengan
cahayamu mulai mendekat
Kegembiraan
hati datangnya dirimu
Mengingatkanku
pada waktu itu
Kau
ku nanti...
Dirimu
adalah pembersih manah kotor pada umat
Yang
slalu ku utarakan pada sang cakrawala
Kau
ku nanti...
Akankah
semua percaya padamu?
Sedangkan
dirimu hanya hadir dalam senyum manja
Ya...
Mereka
percaya padamu
Karna
seribu kebaikan ada pada dirimu
Rindu
panjang tentang datangmu
Hingga
mata ini takut tak berjumpa denganmu
Padamu
yang ku nanti
1441
Marhaban
ya Ramadhan...
Pencari_Abjad
Bulan
Kepuasan
Cipt
: Magriza Apriansyah
Dimana
ia dirindukan sekali
oleh
berbondong-bondong
manusia
yang seiman
dan
berbeda iman pula
bahkan
surga merindunya
dibawah
kibaran sarung
menunggu
dengung maghrib
dan
saat bapak bertanya
kepada
anaknya
kau
puasa nak ?
kau
puasa ?
kau
puas ?
anaknya
lalu menjawab
ya
bapak saya puasa dan puas
begitulah
ramadhan
mereka
menyebutnya puasa
tapi
sebagian orang
beralasan
lebih takjub
dimana
setiap orang
puas
melewati tahapan harinya
maka
kunamakan bulan ini
sebagai
bulan kepuasan
Doa di Temarak Nestapa
Belum genap semasa dah hilang jiwa
Belum genap duka tapi kembali merana
Kabarmu merajai tahta semesta
Tentang duka yang berujung nestapa
Timur barat tak lupa kau goncangkan
Semesta
merintih tertindih sebuah siksaan
Tak
bertaring tetaplah buas bagai seekor macan
Tak
Nampak muka namun kau siksakan
Hiur
angin datangkan sebuah berita
Kan
hilang sorak hangat ikatan keluarga
Seakan kau ungkap semesta telah murka
Bersatu padu demi lenyapkan sebuah nyawa
Kau
dirikan sebuah harapan
Bak
menyambut bulan kemuliaan
Tergambar
resah ditengah menahan dahaga
Tertuai rindu berbalut tangis
semasa hari raya
Ramadhan….
Tenangkanlah semesta
Ubahlah angin derita seperti
sejuknya setetes embun pagi buta
Lantunan gema takbir berkumandang
dengan penuh kuasa
Lenyapkan tangis duka nastapa
para hamba
Biarkan Bujuk merayu kuasa Sang
Pencipta.
Allahummal fa’nal ghola’ wal bala’
wal waba’
Fii dun’ya khossoh Fi baladina
Indonesia
Kota
Bercahaya, 16-04-2020
@Dwiwijaya